Travelling, Coloring My Life

pulau kodingareng keke

Saya suka traveling, kamu?

Saya menyimpan mimpi besar, ingin keliling Indonesia! Jika kebanyakan teman-teman ingin bepergian ke luar negeri, saya masih tetap memprioritaskan keliling Indonesia dulu, setidaknya menjejakkan kaki di pulau-pulau besarnya.

Negeri ini sangat indah untuk dilewatkan.  Ada banyak tempat indah dan menarik yang wajib untuk dikunjungi dan dimasukkan dalam daftar “top 100 places to see before i die“-mu!

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mamiri Minggu ke Empat – Warna

Saya tidak tahu persis kapan saya mulai terobsesi dan menyimpan mimpi keliling Indonesia. Keluarga saya bukan kalangan orang berada yang dapat saya harapkan untuk membiayai itu semua.

Saya hanya ingat, saya mulai membuka mata ketika PKL di sebuah perusahaan di Bekasi tahun 2000, untuk pertamakalinya saya meninggalkan “zona nyaman” di Makassar. Hal itu menjadi semacam candu, saya ingin melihat lebih banyak lagi, saya ingin menjejakkan kaki di lebih banyak tempat!

Ngabisin duit?

Banyak yang bertanya ke saya, teman-teman dan keluarga, ngapain sering jalan-jalan, ngabisin duit aja. Saya cuman nyengir.

Ada euforia yang tidak bisa diceritakan. Dimulai ketika kau merencanakan perjalananmu sendiri, membeli tiket, membuat itinerary (yang meskipun pada akhirnya tidak dipenuhi dan lebih memilih jalan suka hati :)) ), packing, berangkat dan mulai menjelajah.

Gak takut?

Kalau bepergian sendiri ya saya masih belum berani 😀 *angkat 4 jempol buat Pratiwi HAM yang keliling Eropa sendirian selama 12 hari* selama ini saya selalu traveling dalam grup besar Paccarita, Makassar Backpacker, atau Jalan2 Seru Makassar. Trip dalam grup kecil sewaktu explore Bali dengan Vby dan Anbhar. Oiya, pernah ke Jogja juga dengan Vby dan Novi.

Tentang mimpi menjelajah dunia

Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu (Andrea Hirata)

Saya bermimpi ingin melihat banyak warna di negara-negara asing. Hijaunya pegunungan New Zealand, warna-warni sakura bermekaran di Jepang, birunya Maldives, bangunan-bangunan bercat putih di Santorini, pakaian hitam putih pemandu gondola di Venice, warna warni tulip dan kincir angin di Belanda, indahnya aurora borealis di Norwegia dan melihat banyak warna lainnya.

Saya bermimpi ingin menjelajahi kastil-kastil dan menyimak sejarah masa lalunya. Neuschwanstein Castle di Jerman, Raglan castle di Wales, Prague castle di Czech Republic, Himeji Castle di Jepang, Peles Castle di Romania, Eilean Donan Castle di Skotlandia, Westhove Castle di Belanda, Mont Saint Michel Castle di Perancis.

Saya bermimpi ingin menemaninya ke San Siro dan menjelajah Italia. Koloseum, menara Pisa, Pompeii, menikmati alam pedesaan dan wisata kuliner.

Saya bermimpi tentang banyak hal, semoga suatu saat akan terwujud. Tidak ada yang salah dengan bermimpi. Bermimpi berarti meletakkan pondasi untuk masa depan, kemudian membangunnya perlahan-lahan hingga terbentuk dengan utuh. Letakkanlah impianmu di tempat yang gampang terlihat, agar ketika kau merasa putus asa, kau akan melihat mimpi itu dan bersemangat kembali mengejarnya.

Orang-orang sukses dan terkenal, semuanya memulai dari mimpi besar mereka dan berusaha keras mewujudkannya. Jika usaha telah maksimal, maka waktunya untuk tawakkal, berpasrah diri. Try your best, Allah will do the rest.

“Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu…” (Al-Mukmin-60)

***

Life Traveler – Windy Ariestanty

Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan ‘rumah’ itu untuk kita, apa pun bentuknya.

Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun…

because travelers never think that they are foreigners.

***

Ayo, angkat backpackmu dan mulai menjelajah!

14 comments

Leave a Reply

three + four =