Freelancer and Financial Planning

freelancer and financial planning

Bagaimana mengatur keuangan bagi freelancer yang penghasilannya tidak tetap?

Pertanyaan dari Lelaki Bugis ini adalah salah satu pertanyaan yang sangat menarik perhatian saya ketika menghadiri acara Seminar & Exhibition Roadshow Sun Life Future Plan. Yang pernah atau sedang menjadi freelancer pasti tau rasanya ketika proyek berikutnya tidak kunjung datang sementara keuangan semakin menipis, napas kembang kempis dan hanya makan kue lapis :p

Menjadi freelancer memang nampak menggiurkan karena menawarkan kebebasan dan fleksibilitas. Kita dapat bekerja di mana saja, bisa liburan kapan saja, tidak terikat waktu kerja selama delapan jam di setiap hari kerja, dan tidak harus menghadapi macet yang bikin makin cepat tua. Selain itu, potensi penghasilan yang didapatkan bisa saja lebih besar dari gaji pegawai kantoran.

Hanya saja, ketika memutuskan menjadi freelancer tentu sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang. Freelance berbeda dengan saat masih menjadi pegawai kantoran baik negeri ataupun swasta. Tidak ada penghasilan tetap yang diterima setiap bulan, tidak ada tunjangan transport, uang makan maupun kesehatan dan tidak ada fasilitas yang diberikan layaknya pegawai kantoran. Apalagi uang pensiun, jangan harap deh.

Nah dengan kondisi seperti ini, seorang freelancer mau tidak mau harus mengelola keuangannya dengan benar dan cermat jika tidak ingin besar pasak daripada tiang, yang nantinya akan berujung mengalami MADESU alias masa depan suram :))

Freelancer and Financial Planning

Mengatur Keuangan

Membuat dua account rekening untuk proteksi masa depan adalah salah satu tips yang ditawarkan oleh Ibu Joyce Tauris Santi, seorang wartawan Kompas yang kemampuannya dalam financial planning sudah tidak diragukan lagi.

Satu rekening ini untuk persiapan pengeluaran tetap, sedangkan rekening lainnya untuk pengeluaran tidak tetap. Dengan demikian rencana keuangan akan jadi lebih teratur. Sangat penting bagi seorang freelancer memiliki pemetaan apa saja pengeluaran setiap bulannya sehingga bisa menyiasati pemasukan yang tidak menentu.

Ibu Joyce juga menekankan bahwa pengaturan cash flow harus dilakukan. Cara yang paling sederhana dalam mengatur keuangan adalah menyisihkan 10% untuk tabungan, 30% untuk membayar hutang, 30% untuk investasi jangka panjang dan 30% terakhir baru digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Jangan lupa, yang paling pertama dipisahkan adalah tabungan dulu, soalnya kalau menabung ditaruh paling akhir biasanya sih gak ada sisa lagi heheheh *pengalaman pribadi*

Nah bagaimana jika kita sudah mengatur keuangan dengan baik tapi masih saja tidak cukup? Solusi lainnya adalah mengurangi pengeluaran atau menambah penghasilan. Jika bisa meningkatkan pendapatan, maka pengeluaran tidak perlu diutak-atik.

Freelancer and Financial Planning

Meraup Rupiah dari Hobi

Salah satu peluang besar untuk menambah penghasilan adalah melalui hobi. Setiap orang tentu memiliki hobi kan? Misalnya membaca, menulis, ngopi, craft, membuat kue, jalan-jalan dan lain-lain. Nah ternyata hobi ini bisa diberdayakan dan menjadi salah satu sumber penghasilan atau bahkan bisa saja menjadi penghasilan utama. Inilah yang dilakukan Syaifullah Daeng Gassing atau yang akrab disapa Daeng Ipul, seorang blogger kondang dari Makassar.

Beliau resign dari kerja kantoran dan hobi menulisnya dijadikan penghasilan utama sebagai full time blogger. Tentu saja Daeng Ipul tidak serta merta resign begitu saja tetapi melalui tahapan rencana yang matang dengan plan A dan B sebagai solusi alternatif jika kemudian pilihannya untuk resign dari kerja kantoran ternyata salah.

Tapiiii penting untuk diingat bahwa menjadikan blog sebagai sumber penghasilan tidaklah mudah. Butuh waktu dan proses, juga tantangan yang harus dilalui. Satu hal lagi yang sangat menyentil saya adalah soal semangat, konsistensi dan passion. Eh itu bukan satu hal ya tapi tiga hal:D Tiga hal ini sangat penting dan saling berkaitan, jika semangat nge-blog turun, maka konsistensi dalam posting di blog biasanya juga akan turun. Ini yang saya rasakan saat ini.

Baca juga : STUCK!

Nah Daeng Ipul memaparkan tips-tips yang bisa diterapkan jika memang ingin menjadikan hobi nge-blog (ataupun hobi lainnya) sebagai sumber penghasilan yaitu harus fokus, terus belajar dan belajar, perluas pergaulan dan berjejaring, kreatif dan terus berkembang, jangan malas, dan jangan lupa menjaga etika.

Menjadikan blogger sebagai profesi memang terasa semakin menjanjikan. Dunia internet marketing yang dinamis semakin berkembang, termasuk di antaranya beragam brand yang menjadikan blogger sebagai ujung tombak pemasarannya. Hal ini diamini oleh Bapak Kaiser Simanungkalit selaku AVP – Head of Branding and Communication Sun Life Financial Indonesia. Beliau mengaku bahwa blgger adalah orang yang paling dicari, orang penting! Para blogger meriset, mencari bukti sebelum mempublikasikan sesuatu, dan yang terpenting adalah blogger melakukan itu untuk diri sendiri. Itulah mengapa Sun Life memilih kerja sama dengan blogger termasuk di event Seminar Sun Life Future Plan ini di mana target pesertanya adalah para blogger.

Yang paling saya garisbawahi dari ucapan Pak Kaiser adalah “Jangan merasa sia-sia menulis blog, menulis itu pekerjaan mahal kalau kita tekuni, bisa bergaji hingga puluhan juta!” *lalu posting blog dua kali sehari, kerjaan kantor terbengkalai, anak nangis-nangis dan rumah tidak terurus :p*

Freelancer and Financial Planning

Setelah dapat penghasilan dari hobi, selanjutnya apa?

Jangan Lupa Investasi

Salah satu bentuk investasi yang kurang disadari manfaatnya oleh banyak orang adalah asuransi. Ada banyak jenis asuransi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan misalnya asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi jiwa bahkan asuransi rumah dan kendaraan. Jasa asuransi ini bisa dimanfaatkan untuk memproteksi diri dan keluarga di masa depan.

Sayangnya masih banyak sekali orang yang kurang paham tentang pentingnya memiliki asuransi, mereka menganggap bahwa ikut asuransi hanya akan menghabiskan anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih penting. Halooo.. memangnya proteksi masa depan gak penting ya buibu, pakbapak? 😀

Di sinilah saya menyadari bahwa blogger memegang peranan dalam menyebarkan informasi tentang asuransi dan manfaatnya sebagai investasi jangka panjang, dengan menghadiri event-event seperti Seminar & Exhibition Roadshow Sunlife Future Plan ini kemudian menuliskan di blognya tentang poin-poin penting dari jasa asuransi.

Selain membaca ulasan blogger, kita juga bisa memanfaatkan web yang membahas seputar asuransi jiwa, kesehatan, investasi dan perencanaan keuangan misalnya www.brightadvisor.co.id. Bright Advisor adalah media penyedia informasi seputar asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, investasi, dan perencanaan keuangan. Kita bisa bertanya tentang asuransi dan investasi melalui web ini hanya dengan meng-klik tombol “Tanyakan Sekarang”, GRATIS tanpa perlu membayar maupun membeli produk asuransi. Dengan demikian kita bisa mempelajari lebih dalam sebelum memutuskan memilih jenis asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing.

Selamat berinvestasi demi masa depan yang lebih baik ^^

10 comments

  1. Primayanto says:

    Tulisannya bagus kak, masalah finansial memang harus d pahami sedini mungkin. Harus pintar pilih2 instrumen investasi yg cocok

Leave a Reply

two + 7 =