Category Archives: Ordinary Life

bom benang makassar 2014

Ayo ke Kampung Buku!

Tanggal 10-12 Oktober 2014, digelar Bom Benang Makassar 2014 di Kampung Buku dengan tema “Yarn On Yard ¦ Benang di Halaman”. Perajut-perakit yang tergabung di Komunitas Perajut Makassar qui-qui menyumbang beragam karya yang sesuai dengan tema. Para perajut bebas berimajinasi, dan karya yang dihasilkan sungguh kerennnn.

Selama 3 hari, karya tersebut dipamerkan. Menariknya, selama pameran, ada juga kelas-kelas gratis setiap hari dan dapat diikuti secara gratis. Kelas merajut, membuat sabun, kreasi kain, tye dye, flanel, pouch, sulam pita, dan beragam kelas lainnya. Selain itu ada juga lapakan pasar craft, kita bisa belanja craft lucu dan menikmati pie lezat hanya 2 ribu rupiah saja. Nyam…

Read More →

kodingareng kekeLaut. Biru. Langit. Biru.

Siapapun yang melihat biru laut berpadu dengan langit biru, akan merasakan sesuatu bergetar di hatinya. Saya jatuh cinta pada laut, bertahun lalu.

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam – Dua Sisi.

Read More →

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga – Perempuan Inspiratif

Tahun lalu, demi mewujudkan salah satu resolusi 2012, saya memutuskan belajar bahasa Iggris di Kampung Inggris Pare selama 3 bulan. Berangkatlah saya berdua dengan vby  di bulan Februari 2012, membawa cita-cita di dada, 3 bulan ke depan saya sudah harus bisa bahasa Inggris cas cis cus :))

Sementara diedit, jangan dikomen dulu yaaaa :))

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua – Rasa Lokal.

Awal tahun sepertinya memang menjadi masa panen buah-buahan lokal. Di mana-mana muncul penjual buah dadakan di pinggir jalan. Rambutan, langsat, manggis, durian, mangga, sirsak dan lain-lain. Buah-buah lokal ini bermunculan dan mendadak jadi primadona yang berusaha menggeser keberadaan buah impor.

Buah Lai Kaltim

Buah Lai, sejenis durian. Mirip durian, tapi tidak berbau.

Ngomong-ngomong tentang durian, aroma buah ini memang yang paling menguar di antara buah-buahan yang dijajakan di pinggir jalan. Seakan-akan memanggil-manggil, mampir dong kak :)) Ada yang saking cintanya sama buah yang bernama durian ini, sampe rela hunting durian ke mana-mana. Jika traveling ke suatu tempat yang terkenal akan kuliner duriannya, maka dia akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi tersebut sesempit apapun waktu yang dia miliki.

Read More →

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama – Sekitar rumahmu.

Saya pernah menulis beberapa tahun lalu tentang betapa seringnya saya berpindah-pindah kost, bahkan beberapa teman saya menjuluki saya nomaden hahahha 13 kali berpindah kost dalam kurun waktu 15 tahun sejak saya meninggalkan rumah orang tua saya di Palopo sana. Entah berapa banyak cerita yang terjalin dalam kurun masa itu, suka dan derita. Dan semua cerita itulah yang menempa diri saya menjadi lebih cair dan lebih mampu membuka diri.

Tapi di sini saya tidak akan berbagi kisah tentang sekian banyak kost tersebut. Bagaimana pun saya masih punya sebuah tempat yang saya sebut rumah, meskipun sejatinya rumah tersebut adalah milik orang tua saya. Di sana, di sebuah desa yang semakin berkembang menuju kota kecil bernama Batusitanduk, Kec Walenrang. Desa yang kemudian saya sebut sebagai kampung halaman.

jalan kecil depan rumah

Jalan kecil depan rumah

Read More →