Category Archives: Ordinary Life

Keluarga Kecil AngingMammiri

Sebagian keluarga AngingMammiri

Tak ada yang tahu perjalanan hidup ke depannya. Rejeki, ajal, maupun jodoh, semua adalah misteri. Kita sebagai manusia hanyalah menjalani apa yang sudah ditakdirkan, berusaha yang terbaik sekuat tenaga sambil berdoa sungguh-sungguh. Sisanya biarlah Allah yang menilai dan menyelesaikan apakah kita layak atau tidak.

Bertahun lalu ketika saya memutuskan untuk memiliki sebuah akun di blogger.com, saya tak pernah menyangka bahwa hidup saya akan terlibat sedemikian jauh dengan blog dan blogger. Saya menemukan kehangatan keluarga, mendapatkan rejeki dan menemukan jodoh di sini.

Read More →

bom benang makassar 2014

Ayo ke Kampung Buku!

Tanggal 10-12 Oktober 2014, digelar Bom Benang Makassar 2014 di Kampung Buku dengan tema “Yarn On Yard ¦ Benang di Halaman”. Perajut-perakit yang tergabung di Komunitas Perajut Makassar qui-qui menyumbang beragam karya yang sesuai dengan tema. Para perajut bebas berimajinasi, dan karya yang dihasilkan sungguh kerennnn.

Selama 3 hari, karya tersebut dipamerkan. Menariknya, selama pameran, ada juga kelas-kelas gratis setiap hari dan dapat diikuti secara gratis. Kelas merajut, membuat sabun, kreasi kain, tye dye, flanel, pouch, sulam pita, dan beragam kelas lainnya. Selain itu ada juga lapakan pasar craft, kita bisa belanja craft lucu dan menikmati pie lezat hanya 2 ribu rupiah saja. Nyam…

Read More →

kodingareng kekeLaut. Biru. Langit. Biru.

Siapapun yang melihat biru laut berpadu dengan langit biru, akan merasakan sesuatu bergetar di hatinya. Saya jatuh cinta pada laut, bertahun lalu.

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam – Dua Sisi.

Read More →

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga – Perempuan Inspiratif

Tahun lalu, demi mewujudkan salah satu resolusi 2012, saya memutuskan belajar bahasa Iggris di Kampung Inggris Pare selama 3 bulan. Berangkatlah saya berdua dengan vby  di bulan Februari 2012, membawa cita-cita di dada, 3 bulan ke depan saya sudah harus bisa bahasa Inggris cas cis cus :))

Sementara diedit, jangan dikomen dulu yaaaa :))

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua – Rasa Lokal.

Awal tahun sepertinya memang menjadi masa panen buah-buahan lokal. Di mana-mana muncul penjual buah dadakan di pinggir jalan. Rambutan, langsat, manggis, durian, mangga, sirsak dan lain-lain. Buah-buah lokal ini bermunculan dan mendadak jadi primadona yang berusaha menggeser keberadaan buah impor.

Buah Lai Kaltim

Buah Lai, sejenis durian. Mirip durian, tapi tidak berbau.

Ngomong-ngomong tentang durian, aroma buah ini memang yang paling menguar di antara buah-buahan yang dijajakan di pinggir jalan. Seakan-akan memanggil-manggil, mampir dong kak :)) Ada yang saking cintanya sama buah yang bernama durian ini, sampe rela hunting durian ke mana-mana. Jika traveling ke suatu tempat yang terkenal akan kuliner duriannya, maka dia akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi tersebut sesempit apapun waktu yang dia miliki.

Read More →