Category Archives: Blogging

Keluarga Kecil AngingMammiri

Sebagian keluarga AngingMammiri

Tak ada yang tahu perjalanan hidup ke depannya. Rejeki, ajal, maupun jodoh, semua adalah misteri. Kita sebagai manusia hanyalah menjalani apa yang sudah ditakdirkan, berusaha yang terbaik sekuat tenaga sambil berdoa sungguh-sungguh. Sisanya biarlah Allah yang menilai dan menyelesaikan apakah kita layak atau tidak.

Bertahun lalu ketika saya memutuskan untuk memiliki sebuah akun di blogger.com, saya tak pernah menyangka bahwa hidup saya akan terlibat sedemikian jauh dengan blog dan blogger. Saya menemukan kehangatan keluarga, mendapatkan rejeki dan menemukan jodoh di sini.

Read More →

Digital Era – Era Kemudahan

Mengakses internet di Benteng Rotterdam

Mengakses internet di Benteng Rotterdam – Makassar (foto: pribadi)

Kata orang, sekarang jamannya digital era. Jaman di mana kemudahan ada di mana-mana. Kata saya, iya, ini berlaku bagi yang paham akan penggunaan dan perkembangan teknologi. Bagi yang belum paham? Ya tetap saja susah.

Read More →

kerja

Beruntunglah setiap orang yang bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan hobinya. Mengerjakan sesuatu yang menyenangkan dan menghasilkan uang.

Tapi sayangnya, tidak semua orang seberuntung itu. Berapa banyak orang yang pada akhirnya harus mengorbankan passion pada suatu bidang dan bekerja pada bidang lain karena tuntutan hidup?

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam – Dua Sisi.

Read More →

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga – Perempuan Inspiratif

Ketika ditanya siapa perempuan yang menginspirasimu, biasanya sih rata-rata jawab: Ibuuuuuu. Kan kan? :) Tadinya saya ingin menulis tentang seorang perempuan lain, tapi kejadian malam ini mengubah pikiranku. Iya, saya juga ingin bercerita tentang Mamak saya, seorang Ibu yang tangguh :)

Read More →

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua – Rasa Lokal.

Awal tahun sepertinya memang menjadi masa panen buah-buahan lokal. Di mana-mana muncul penjual buah dadakan di pinggir jalan. Rambutan, langsat, manggis, durian, mangga, sirsak dan lain-lain. Buah-buah lokal ini bermunculan dan mendadak jadi primadona yang berusaha menggeser keberadaan buah impor.

Buah Lai Kaltim

Buah Lai, sejenis durian. Mirip durian, tapi tidak berbau.

Ngomong-ngomong tentang durian, aroma buah ini memang yang paling menguar di antara buah-buahan yang dijajakan di pinggir jalan. Seakan-akan memanggil-manggil, mampir dong kak :)) Ada yang saking cintanya sama buah yang bernama durian ini, sampe rela hunting durian ke mana-mana. Jika traveling ke suatu tempat yang terkenal akan kuliner duriannya, maka dia akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi tersebut sesempit apapun waktu yang dia miliki.

Read More →