10 Jenis Makanan Yang Menjadi Ikon Kuliner Kota Makassar

ikon kuliner makassar

Kuliner adalah bagian dari wisata berbasis budaya dan merupakan elemen penting dalam pengalaman wisata seseorang. Itulah mengapa, wisata kuliner seringkali digadang-gadang sebagai salah satu potensi wisata andalan sebuah daerah. Demikian halnya dengan kota Makassar, belum sah berwisata ke Makassar jika belum mencicipi kuliner-kulinernya yang ajip punya. Kuliner Makassar dipengaruhi oleh beragam etnis yang berdiam di wilayah ini. Hampir tidak ada produk kuliner Makassar yang orisinal melainkan merupakan asimilasi budaya.

Saat menghadiri sosialisasi Penetapan Ikon Kuliner Kota Makassar yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar pada tanggal 30 November 2016, saya belajar banyak hal tentang dunia kuliner Makassar. Meskipun semakin banyak ragam makanan modern tetapi tidak berarti harus menghilangkan makanan tradisional. Yang harus dilakukan adalah mengangkat citra kuliner tradisional Makassar agar bisa bersaing dalam cita rasa dan tampilannya.

Ada 1oo lebih item kuliner yg diidentifikasi di Makassar. Setelah dilakukan survey selama 25 hari dengan beberapa penilaian yang sudah ditentukan dan total responden mencapai 2109 orang, akhirnya ditetapkanlah 10 ikon kuliner kota Makassar yang dianggap mewakili ragam kuliner kota ini.

1. Coto Makassar

Ini dia salah satu makanan yang memang identik dengan kota Makassar. Belum sah ke wisata ke Makassar kalau belum mencicipi coto Makassar langsung di lokasi asalnya. Makanan ini menggunakan daging sapi sebagai bahan dasarnya, kadangkala ada juga pembeli yang meminta tambahan jeroan sapi berupa hati, usus, jantung, paru, ataupun babat.

Makanan ini kaya akan rempah, resep aslinya menggunakan 40 macam rempah (rampa patang pulo) yang bukan hanya untuk kelezatan kuah coto tapi juga sebagai penawar kolesterol yang terdapat pada jeroan. Pemilihan kuali untuk memasak coto Makassar juga akan berpengaruh pada rasa, yang direkomendasikan adalah kuali tanah liat (uring butta atau karong butta) dengan bahan bakar kayu.

2. Pallubasa

Masakan ini hampir mirip dengan coto Makassar, baik dari cara penyajian maupun proses memasaknya. Perbedaannya terletak pada penggunaan kelapa parut sangrai pada kuah pallubasa yang menjadikannya semakin kental dan memberi rasa gurih di lidah. Saat penyajian pallubasa, ada juga yang menambahkan alas. Yang dimaksud adalah penambahan kuning telur setengah masak yang diletakkan di bagian atas seporsi pallubasa.

3. Sop Saudara

Masakan ini termasuk dalam kategori sup karena lebih banyak kuah daripada isinya, menggunakan bahan dasar daging sapi yang biasanya disajikan bersama bahan pelengkap seperti bihun, perkedel kentang, jeroan sapi (misalnya, paru goreng), dan telur rebus. Konon, sop saudara berasal dari Pangkep, di mana kata sop merupakan akronim dari Saya Orang Pangkep.

4. Sop Konro

Sop konro menggunakan bahan dasar tulang rusuk atau iga sapi dengan beragam rempah sebagai bumbunya. Penambahan kluwak dan ketumbar pada bumbu akan memberikan cita rasa yang khas. Resep aslinya memakai kacang merah sebagai pengental kuah dan untuk memberikan warna. Belakangan, resep asli ini dimodifikasi dengan penggunaan kacang tanah.

5. Pallumara

Berasal dari kata pallu a’mara yaitu makanan yang dimasak terus hingga bumbu menyerap dan hampir kering. Kuah kuning pada pallumara tidak seperti pada masakan gulai atau kari, cenderung bening seperti sup, kuah kuning ini karena penambahan bumbu kunyit. Teksturnya ringan dan segar berpadu dengan citarasa ikan bolu atau bandeng, jenis ikan yang paling sering digunakan sebagai bahan dasar saat memasak pallumara.

ikon kuliner makassar

6. Pisang Epe’

Dalam bahasa Indonesia, epe’ berarti jepit, jadi pisang epe’ berarti pisang yang dijepit di antara dua bilah kayu. Jajanan khas Makassar ini menggunakan pisang kepok sebagai bahan dasarnya, dengan siraman saus gula aren. Belakangan mengalami modifikasi dengan berbagai varian rasa, mulai rasa keju, durian, cokelat dan orisinal.

7. Konro Bakar

Masakan ini merupakan varian dari sop konro dengan bumbu dasar yang sama, yang membedakan adalah penggunaan kacang tanah sebagai bumbu. Iga sapi dimasak sampai empuk hingga matang dan kuahnya mengental. Setelah iga sapi matang disisihkan kemudian dipanggang sambil sesekali diolesi dengan kuah rebusan kental tadi. Cara penyajian konro bakar adalah dengan guyuran bumbu kacang tanah.

8. Jalangkote

Jajanan khas Makassar ini hampir serupa dengan pastel yang lebih populer. Perbedaannya hanya terletak pada kulitnya di mana kulit jalangkote lebih tipis dibanding pastel, selain itu bila pastel dimakan bersama cabe rawit, jalangkote dimakan bersama sambal cair campuran cuka dan cabe. Jalangkote disebut-sebut juga mirip dengan samosa yang berasal dari India.

9. Mie Kering

Di daerah lain, mie kering lebih dikenal dengan nama I Fu Mie. Makanan ini memang bukan orisinil dari Makassar tapi belakangan menjadi populer dan lekat sebagai kuliner Makassar. Mie yang digunakan sebelumnya dikeringkan dengan proses dibakar atau digoreng dengan minyak yang banyak, lalu pada penyajiannya mie kering tersebut disiram dengan kuah kental yang isinya adalah campuran sawi dan beragam seafood atau potongan daging ayam dan hatinya.

10. Pisang Ijo

Hingga saat ini, belum jelas jejak sejarah pisang ijo berasal dari mana. Tapi memang lekat sebagai jajanan khas Makassar. Dulunya pisang ijo hanya ditemukan di bulan Ramadhan sebagai pappabuka (hidangan buka puasa), belakangan jajanan ini makin mudah ditemukan di mana-mana, bahkan ada warung atau rumah makan di Makassar yang populer berkat menu pisang ijo yang disajikannya.

Nah, itulah 10 jenis kuliner Makassar terfavorit yang wajib dicoba saat wisata ke Makassar. Selamat berwisata kuliner di Makassar ya 🙂

Gambar : Presentasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar

9 comments

Leave a Reply

sixteen − fourteen =